Istilah Berat Aktual, Berat Volumetrik, dan CBM di dalam Ekspedisi Barang
04 May
0
May 4, 2017
Serba-serbi Ekspedisi

Istilah cbm dan berat volumetrik di dalam ekspedisi barang – Dalam dunia ekspedisi kargo, perhitungan biaya pengiriman dapat berbasis berat aktual atau berat volumetrik. Khusus dalam pengiriman laut, istilah cbm atau cubic meter.

Berat aktual barang

Berat aktual merupakan berat sesungguhnya barang berdasarkan angka yang tertera pada barang. Bila berat barang tidak bulat, biasanya akan dibulatkan ke atas. Misalnya, bila berat barang 1,3 kilogram, maka akan dibulatkan menjadi 2 kilogram.

Ekspedisi yang menawarkan pengiriman berskala besar dengan minimum berat tertentu juga biasanya menerapkan pembulatan. Barang yang beratnya tidak mencapai minimum pengiriman akan dibulatkan sesuai dengan berat itu. Sebagai contoh, bila jasa ekspedisi kargo mensyaratkan pengiriman minimal 100 kg dengan biaya 7.500 rupiah/kg. Jadi, biaya pengiriman 100 kg sama dengan 750.000 rupiah. Bila setelah ditimbang berat barang 90 kilogram maka dibulatkan menjadi 100 kg dan biayanya dihitung sesuai berat minimum tersebut.

Berat volumetrik dalam ekspedisi udara

Berat volumetrik dikenal juga dengan berat dimensional. Berat ini digunakan bila ruang yang dibutuhkan kargo membutuhkan biaya lebih banyak dibandingkan berat aktualnya. Berat volumetrik merupakan konversi dimensi barang dihitung menurut rumus tertentu.

Ekspedisi udara umumnya menggunakan metode ini. Berat volumetrik dihitung dengan cara berikut:

Panjang (dalam sentimeter) x Lebar (dalam sentimeter) x Tinggi (dalam sentimeter) : 6.000 = berat volumetrik

Sebuah barang dengan panjang 100 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 100 cm; berat volumetriknya sama dengan

100 x 100 x 100 : 6.000 = 166,666 atau 167 kilogram.

Rumus volumetrik untuk ekspedisi udara di atas telah diterima secara luas serta diakui oleh ASPERINDO (Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia).

CBM di dalam ekspedisi laut

Perhitungan biaya dalam ekspedisi laut juga didasarkan pada dimensi kargo, namun tidak dikonversi ke dalam berat. Istilah yang digunakan dalam pengiriman laut adalah ‘cubic meter’ atau ‘cubic metre’ atau ‘meter kubik’. Istilah ini disingkat dengan ‘cbm’. Dapat pula digunakan simbol ‘m3’ yang mengacu pada istilah yang sama.

Perhitungannya disebut dengan rumus kubikasi. Rumus yang telah digunakan secara internasional serta diakui oleh ASPERINDO adalah sebagai berikut:

Panjang (dalam sentimeter) x lebar (dalam sentimeter x tinggi (dalam sentimeter) : 1.000.000 = cbm

atau bila dimensi dihitung berdasarkan satu ‘meter’

Panjang (dalam meter) x lebar (dalam meter) x tinggi (dalam meter) = cbm

Bila kargo yang akan dikirimkan lewat kapal laut memiliki dimensi panjang 100 cm, lebar 100 meter, dan tinggi 100 cm, maka perhitungannya,

100 x 100 x 100 : 1.000.000 = 1 cbm.

Demikian informasi mengenai istilah berat aktual, berat volumetrik, dan cbm di dalam ekspedisi barang. Bila Anda ingin mengetahui daftar tarif ekspedisi ke berbagai kota dapat merujuk ke halaman tarif.

 

Post Your Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *