Mengenai Pilihan LCL dan FCL yang Ditawarkan oleh Jasa Ekspedisi Laut
05 May
0
May 5, 2017
Jasa Ekspedisi

Jasa Ekspedisi Laut – pengiriman melalui kapal laut dapat dibagi menjadi LCL dan FCL. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Jauh sebelum transportasi udara muncul, kegiatan ekspedisi telah dilakukan. Distribusi barang antar pulau bergantung pada kapal laut. Sampai kini pun jalur laut tetap mendominasi pengiriman, termasuk pengiriman lokal. Ada keuntungan tertentu yang tidak dimiliki oleh pengiriman melalui moda transportasi darat atau laut. Kapal laut, dalam hal ini kapal kontainer, memungkinkan pengiriman barang dalam jumlah besar dengan biaya lebih sedikit. Sekalipun waktu pengiriman relatif lebih lama dibandingkan jalur transportasi lainnya, dengan perencanaan yang tepat, pengiriman laut menjadi pilihan terbaik.

LCL dan FCL dalam ekspedisi laut

Ada dua pilihan pengiriman laut, LCL dan FCL. LCL singkatan dari Less Than Container Load. FCL singkatan dari Full Container Load. Dalam perjalanan, barang-barang yang diangkut oleh kapal laut berada di dalam kontainer. LCL mengacu pada kontainer yang didalamnya terdapat kargo dari sejumlah pengirim, sementara FCL merupakan kontainer yang disewa oleh satu pengirim khusus untuk kargonya saja.

Pada dasarnya metode pengiriman laut bisa dikatakan bersifat FCL. Pilihan LCL tersedia karena perusahaan ekspedisi mem-booking kontainer tertentu yang nantinya akan disediakan untuk sejumlah pengirim barang yang kirimannya relatif sedikit.

Sekilas, pilihannya jelas. Bila barang sedikit, pilih LCL; barang banyak pilih FCL. Pertimbangannya akan berbeda jika diperhitungkan kekurangan dan kelebihannya.

Biaya FCL secara umum lebih murah dibandingkan dibandingkan LCL. Dengan catatan, kargo memenuhi kontainer. Sebaliknya, FCL tidak efisien jika kargo di bawah 15 cbm (cbm = cubic meter). Perkiraan efisiensi ini berlaku untuk kontainer ukuran 20 kaki.

LCL dengan demikian dipilih bila kargo berjumlah sedikit. Dari segi manajemen logistik, LCL menjadi pilihan tepat untuk menjaga inventori barang tetap stabil. Hal yang perlu diperhatikan, ada kemungkinan kiriman akan lebih lama sampai dibandingkan dengan FCL dan risiko barang rusak lebih tinggi.

FCL tidak memerlukan proses administrasi lama karena yang diurus hanya dokumen dari satu pengirim. Lain hal dengan LCL. Seorang pengirim barangkali yakin dokumen-dokumennya dan tidak ada masalah dengan barangnya, namun masalah dapat saja ditimbulkan oleh pengirim lain. Barang-barang juga perlu diatur terlebih dahulu, seperti disortir dan dipadatkan sebelum dikirimkan, sehingga prosesnya mungkin lebih panjang dibandingkan dengan pengiriman FCL.

Karena keragaman barang, risiko kerusakan barang lebih tinggi. Seorang pengirim tidak tahu barang apa yang akan berada disekitar barangnya ketika di dalam kontainer. Bisa jadi ada cairan atau barang berbau menyengat yang dapat mengganggu. Dalam hal ini, masalah tersebut dapat diatasi dengan memastikan packing benar-benar aman dan memberitahukan pihak jasa ekspedisi laut jika memang barang perlu diperhatikan secara khusus. Selain itu, jasa ekspedisi profesional tentunya telah memiliki mekanisme khusus untuk menghindari kerusakan barang dalam pengiriman.

Punya pertanyaan seputar rencana pengiriman laut Anda? Jangan ragu hubungi jasa ekspedisi laut melalui layanan kontak yang tersedia di situs ini.

 

Post Your Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *